OMDESA.id_WEDA BAY, HALMAHERA TENGAH – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena sejumlah agenda strategis sektor industri dan hilirisasi dijadwalkan berlangsung di kawasan Weda Bay, mulai dari peresmian proyek industri, ekspor perdana baterai kendaraan listrik hingga peletakan batu pertama sejumlah pabrik baru.

Berdasarkan rundown kunjungan yang diterima redaksi, Presiden dijadwalkan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta dan tiba di Bandara Weda Bay sekitar pukul 13.30 WIT.
Setibanya di Weda Bay, Presiden akan disambut jajaran pemerintah pusat dan daerah, unsur TNI-Polri, kepala daerah serta pimpinan PT IWIP dan Tsingshan Group.
Prosesi penyambutan dijadwalkan diawali dengan Tarian Soya-soya, tarian tradisional khas Maluku Utara. Selanjutnya, Presiden akan menerima pengalungan kain tenun sebagai bagian dari prosesi penyambutan.
Usai penyambutan, Presiden dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas industri di kawasan IWIP.
Beberapa fasilitas yang masuk dalam rute site visit antara lain Huaneng Precursor Plant, Eternal Nickel Indonesia (ENI), BSE/GCNC Facilities hingga PT REPT Batero Indonesia.
Hilirisasi Nikel hingga Industri Kendaraan Listrik
Agenda utama kunjungan Presiden akan berlangsung di Main Stage kawasan industri sekitar pukul 14.00 WIT.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan meliputi lagu Indonesia Raya, doa, pemutaran video korporasi, sambutan Chairman, sambutan Menteri dan pidato Presiden.
Setelah itu, Presiden dijadwalkan memimpin seremoni peresmian komersial dan groundbreaking sejumlah proyek strategis.
Empat proyek yang masuk dalam agenda peresmian sekaligus ekspor perdana yakni:
- PT Blue Sparking Energy, produsen Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).
- PT REPT Batero Indonesia, produsen baterai energi baru jenis NCM dan LFP.
- PT Pioneer Aluminium Industries, produsen aluminium elektrolitik.
- PT XCMG Indonesia Manufacturing, manufaktur alat berat energi baru.
Sementara enam proyek lainnya dijadwalkan memasuki tahap groundbreaking atau peletakan batu pertama.
Keenam proyek tersebut meliputi PT Guang Ching Nickel Cobalt, PT Inno Prima Material, PT Tinci Materials Indonesia, PT Weda Bay Aluminium, PT Bintang Karya Aluminium serta PT Foton Guangqing Motor Indonesia yang akan mengembangkan pabrik kendaraan komersial energi baru.
Ekspor Perdana Baterai EV
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam kunjungan Presiden adalah seremoni ekspor perdana baterai kendaraan listrik.
Dalam skenario seremoni, ketika Presiden menekan tombol peresmian di panggung utama, trailer yang membawa kontainer baterai EV di area jetty akan membunyikan klakson tiga kali sebagai tanda ekspor perdana dilepas.
Prosesi tersebut kemudian diikuti bunyi sirene kapal dan tiga kali pemancangan tiang sebagai simbol dimulainya pembangunan proyek baru.
Agenda ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem industri di Weda Bay yang kini tidak hanya berkaitan dengan pengolahan mineral, tetapi juga bergerak menuju industri material baterai, kendaraan listrik dan manufaktur pendukungnya.
Siapa Pejabat Pusat yang Mendampingi Presiden?
Sejumlah pejabat pemerintah pusat diperkirakan hadir dalam agenda kunjungan tersebut, khususnya kementerian yang memiliki keterkaitan dengan sektor hilirisasi, investasi, perindustrian dan energi.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, daftar lengkap pejabat pusat yang secara resmi masuk dalam rombongan pendamping Presiden di Weda Bay masih menunggu konfirmasi dari pihak terkait.
Informasi resmi mengenai siapa saja pejabat pusat yang mendampingi Presiden akan menjadi bagian yang terus dipantau untuk melengkapi laporan kunjungan tersebut.
Presiden Tinjau Fasilitas Karyawan
Selain agenda industri, Presiden juga dijadwalkan mengunjungi pameran kendaraan listrik atau EV Showcase.
Presiden kemudian dijadwalkan meninjau sejumlah fasilitas karyawan di Wisma Tsing Shan, kawasan Tanjung Ulie Stadium, termasuk lapangan bulu tangkis indoor, basket indoor dan lokasi pemancingan.
Rangkaian kunjungan dijadwalkan ditutup dengan private meeting sebelum Presiden kembali ke Jakarta sekitar pukul 15.51 WIT.
Persiapan di sejumlah venue yang menjadi lokasi kegiatan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 hingga 90 persen.
Kehadiran Presiden di Weda Bay sekaligus menjadi momentum penting bagi Maluku Utara dalam menunjukkan perkembangan kawasan industri dan hilirisasi di wilayah timur Indonesia.
Namun, di balik pertumbuhan industri tersebut, perhatian publik tentu tidak hanya tertuju pada besarnya investasi dan jumlah pabrik yang dibangun, tetapi juga sejauh mana keberadaan industri mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku Utara, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi daerah, serta mendorong pembangunan desa-desa di sekitar kawasan industri.
Kutipan media senatorTV di Jakarta.




















