TOBELO, OMDESA.id – Ribuan masyarakat memadati Lapangan Do’omu Ma Tahu, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (22/9/2026) malam, mengikuti Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan tema “Mujizat Itu Nyata” dan subtema “Melalui Kuasa Penyembuhan Ilahi Kita Perkuat Kerukunan Antar Sesama.”
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.15 WIT tersebut dipelopori Pendeta Rasuli Lubis bersama tim kerja dan dihadiri kurang lebih 4.000 peserta dari berbagai wilayah.

Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua turut hadir bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama dan masyarakat.
Turut hadir Sekretaris Daerah Halmahera Utara Erasmus Joseph Papilaya, Ketua Komisi III DPRD Halmahera Utara Janlis Gehanua Kitong, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., serta perwakilan Dandim 1508 Tobelo.
Kehadiran pemerintah daerah bersama tokoh agama dan ribuan masyarakat dalam KKR tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kedamaian dan kerukunan di tengah kehidupan masyarakat Halmahera Utara.
Pendeta Rasuli Lubis mengatakan, pesan utama KKR bukan hanya mengenai penguatan iman, tetapi juga bagaimana masyarakat dapat terus menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama.
“Harapannya sesuai dengan tema, yaitu Mujizat Itu Nyata. Melalui kuasa penyembuhan Ilahi kita perkuat kerukunan antar sesama,” ujar Pendeta Rasuli Lubis.
Ia juga berharap para tokoh agama terus membina jemaat dan masyarakat agar hidup dalam kedamaian serta senantiasa takut akan Tuhan.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat keyakinan dan mendapatkan pelayanan doa.
“Apa yang Yesus lakukan 2.000 tahun yang lalu, bahkan sampai sekarang, itu tidak berubah. Yesus memiliki kuasa dari dulu, sekarang dan sampai selamanya tidak pernah berubah,” tegasnya.
Pendeta Rasuli Lubis mengapresiasi sambutan masyarakat Halmahera Utara yang dinilainya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Ia menyebut sekitar 100 orang datang dari berbagai daerah untuk mendapatkan pelayanan doa dengan membawa berbagai pergumulan dan penyakit yang mereka alami.
“Mereka membutuhkan layanan doa. Kurang lebih 100 orang datang dari berbagai daerah, berbagai sakit penyakit yang mereka derita, hanya dengan satu tujuan, menghendaki mujizat kesembuhan,” ungkapnya.
Ia berharap KKR tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat hidup berdampingan secara damai.
“Sekali Yesus, tetap Yesus sampai selamanya,” pungkasnya.
KKR di Tobelo tersebut berlangsung dengan dihadiri ribuan masyarakat dan menjadi momentum persekutuan sekaligus penguatan pesan kerukunan antar sesama di Kabupaten Halmahera Utara.(Redaksi)




















