Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Agama

Kisah Nenek Ina Rifai, Jejak Tidore dalam Darah Keluarga Ci Yong

badge-check

Kisah Nenek Ina Rifai, Jejak Tidore dalam Darah Keluarga Ci Yong Perbesar

TOBELO, SenatorTV — Di balik kehidupan Ci Yong, pemilik Toko Sinar Harapan di Tobelo, tersimpan sebuah kisah keluarga yang telah berlangsung lintas generasi. Kisah tentang darah Tionghoa yang bertemu dengan darah Tidore melalui sosok perempuan bernama Ina Rufai, yang disebut sebagai neneknya dan berasal dari Tomalou, Tidore.

Bagi Ci Yong, cerita tentang Ina Rufai bukan sekadar kisah masa lalu. Sosok sang nenek menjadi bagian dari kenangan keluarga yang hingga kini masih melekat dalam ingatannya.

Menurut penuturan Ci Yong, kakeknya berasal dari Tiongkok dan kemudian datang ke Indonesia. Di Maluku Utara, ia menikah dengan Ina Rufai, perempuan asal Tomalou yang beragama Islam.

Setelah menikah, keduanya menetap di Tobelo dan menjalani kehidupan keluarga hingga akhir hayat. Keduanya kemudian dimakamkan di Tobelo.

Dari pernikahan tersebut lahirlah keturunan yang kemudian menyebar di sejumlah wilayah Maluku Utara. Sebagian keluarga berada di Tobelo dan Ternate, sementara hubungan keluarga juga terjalin hingga Tidore, termasuk kawasan Soasio.

Salah satu anggota keluarganya, menurut Ci Yong, menikah dengan Saleh Fabanyo dan kemudian menetap di Soasio, Tidore.

“Dulu kalau Lebaran, keluarga sering datang ke Tidore. Saudara kami yang di Jakarta sampai sekarang juga masih sering bolak-balik Tidore,” tutur Ci Yong saat diwawancarai SenatorTV.

Kenangan tentang Tidore

Meski telah puluhan tahun berlalu, Ci Yong masih mengingat cerita-cerita yang diwariskan keluarganya mengenai Tidore.

Bukan hanya soal hubungan darah, tetapi juga tentang adat dan budaya Kesultanan Tidore yang begitu dikenal dalam perjalanan sejarah Maluku Utara.

Cerita tersebut menjadi bagian dari kenangan keluarga yang terus ia simpan, meski sebagian orang yang dahulu mengetahui secara langsung hubungan keluarga itu kini telah meninggal dunia.

Ci Yong mengaku, ketika dirinya masih kecil, sang nenek sudah tidak lagi berada di tengah keluarga. Karena itu, tidak semua silsilah dan nama keluarga di Tidore dapat ia ingat secara utuh.

“Waktu kami masih kecil, nenek sudah meninggal. Jadi yang paling tahu keluarga-keluarga di Tidore itu nenek. Sekarang banyak yang sudah tua, ada juga yang sudah meninggal,” ujarnya.

Namun, ada satu cerita tentang sang nenek yang hingga kini masih membekas.

Ina Rufai, menurut cerita keluarga, pernah dibawa ke Tiongkok. Tetapi ia tidak memilih menetap di sana dan kemudian kembali ke Indonesia.

“Katanya nenek pernah dibawa ke Cina, tetapi dia tidak mau tinggal di sana. Dia memilih kembali ke Indonesia,” kenang Ci Yong.

Pilihan tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarga mereka di Maluku Utara.

Ketika Jejak Lama Kembali Terhubung

Puluhan tahun setelah kisah itu berlalu, hubungan keluarga tersebut kembali menemukan jalan.

Setelah memperoleh informasi mengenai cerita keluarga Ci Yong dan hubungan darahnya dengan Tidore, Iwan Marsaoly merespons dan meminta nomor kontak Ci Yong.

Nomor tersebut kemudian diminta untuk dimasukkan ke dalam grup Marsaoly Tidore, wadah komunikasi yang menghimpun anak cucu keluarga Marsaoly yang tersebar di berbagai wilayah Maluku Utara.

Bagi Ci Yong, respons tersebut menjadi sebuah momen yang memiliki arti tersendiri.

Sebab, cerita tentang hubungan keluarga dengan Tidore selama ini lebih banyak hidup melalui kenangan dan cerita orang-orang tua. Kini, hubungan tersebut kembali memiliki ruang untuk disambungkan dengan keluarga yang lebih luas.

Jarak geografis dan perbedaan latar belakang keluarga tidak menjadi penghalang.

Bagi Ci Yong, hubungan darah dan keluarga adalah sesuatu yang harus ditempatkan di atas segala perbedaan.

“Bagi kami, itu takdir. Hubungan keluarga tetap kami taruh paling depan,” katanya.

Darah Tidore yang Tetap Melekat

Kini usia Ci Yong telah lebih dari 70 tahun. Kondisi usia membuatnya tidak lagi banyak bepergian seperti dahulu.

Namun, kenangan tentang Tidore tidak pernah benar-benar pergi.

Di dalam ingatannya masih tersimpan cerita tentang sang nenek, Tomalou, Soasio, keluarga yang tersebar di Ternate, Tobelo hingga Jakarta, serta kebiasaan keluarga yang dahulu kerap berkumpul saat Lebaran.

Bagi Ci Yong, semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup keluarganya.

Ia tidak melihat kisah tersebut sekadar sebagai catatan silsilah, tetapi sebagai hubungan batin yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Darah Tidore itu tetap melekat di hati,” tuturnya.

Kisah Ci Yong memperlihatkan bagaimana sebuah hubungan keluarga dapat melintasi batas daerah, etnis dan generasi.

Dari Tiongkok, kemudian bertemu dengan seorang perempuan asal Tomalou, Tidore, berlanjut ke Tobelo, Ternate, Soasio hingga Jakarta. Setelah puluhan tahun, jejak tersebut kembali mempertemukan anggota keluarga yang sebelumnya terpisah oleh jarak dan waktu.

Dan bagi Ci Yong, nama Ina Rufai tetap menjadi salah satu pintu yang menghubungkan dirinya dengan Tidore—tanah asal sang nenek yang hingga kini masih memiliki tempat khusus di dalam hatinya.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ribuan Warga Hadiri KKR di Tobelo, Bupati Piet Hein Babua dan Pendeta Rasuli Lubis Serukan Kerukunan

23 Sep 2026 - 00:48 WIB

Ribuan Warga Hadiri KKR di Tobelo, Bupati Piet Hein Babua dan Pendeta Rasuli Lubis Serukan Kerukunan

Semangat Swadaya Warga Manggagole, Jalan Tani Mulai Dibangun

20 Sep 2026 - 23:50 WIB

Semangat Swadaya Warga Manggagole, Jalan Tani Mulai Dibangun

Sherly Tjoanda dan Agus Diono Dorong Investasi Inklusif, Maluku Utara Raih Terbaik 1 ALI 2026

17 Sep 2026 - 12:11 WIB

Sherly Tjoanda dan Agus Diono Dorong Investasi Inklusif, Maluku Utara Raih Terbaik 1 ALI 2026

Dari Yunnan, Kades Toniku Bawa Pulang Pelajaran: Kemajuan Bangsa Bisa Dimulai dari Desa

15 Sep 2026 - 19:40 WIB

Dari Yunnan, Kades Toniku Bawa Pulang Pelajaran: Kemajuan Bangsa Bisa Dimulai dari Desa

Cegah Sejak Dini, Polres Halsel Berikan Edukasi _Bullying_ dan Bahaya Narkoba kepada Pelajar

15 Sep 2026 - 13:33 WIB

Cegah Sejak Dini, Polres Halsel Berikan Edukasi _Bullying_ dan Bahaya Narkoba kepada Pelajar
Trending di Hukum