OMDESA.id_Jakarta — Pergantian pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung diikuti dengan rotasi besar-besaran sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah.
Melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026, sebanyak 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) dimutasi. Dari jumlah tersebut, 19 jabatan Kapolda mengalami pergantian.

Mutasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri hingga jajaran kewilayahan. Polri menyebut rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi, kebutuhan organisasi, pembinaan karier serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas.
Namun, di tengah perombakan tersebut, ada satu nama yang menarik perhatian dari Maluku Utara, yakni Irjen Pol Arif Budiman.
Arif Budiman tetap dipercaya menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara meski terjadi pergantian kepemimpinan di tubuh Polri.
Arif sendiri tergolong masih baru memimpin Polda Maluku Utara. Ia dilantik sebagai Kapolda Maluku Utara pada 17 Mei 2026 oleh Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tertanggal 7 Mei 2026.
Dengan demikian, ketika sejumlah Kapolda yang juga baru beberapa bulan mendapat amanah kini mengalami rotasi, Arif Budiman masih melanjutkan tugasnya sebagai orang nomor satu di Polda Maluku Utara.
19 Kapolda Berganti
Dalam mutasi perdana yang dilakukan Kapolri Suyudi, pergantian terjadi di 19 wilayah kepolisian daerah.
Sejumlah nama yang mendapat jabatan Kapolda baru antara lain Irjen Pol Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Suwondo Nainggolan sebagai Kapolda Maluku, Irjen Pol Suhendri sebagai Kapolda Kepulauan Riau, dan Irjen Pol Arman Achdiat sebagai Kapolda Riau.
Kemudian Irjen Pol Reza Arief Dewanto ditunjuk sebagai Kapolda Nusa Tenggara Timur, Irjen Pol Hengki sebagai Kapolda Jawa Barat, Brigjen Pol Hendra Kurniawan sebagai Kapolda Banten, serta Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan sebagai Kapolda Jawa Tengah.
Pergantian juga terjadi di Jawa Timur dengan Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Bali dengan Brigjen Pol Pasma Royce, Sumatera Barat dengan Irjen Pol Jawari, serta Sulawesi Selatan dengan Irjen Pol M. Awal Chairuddin.
Selanjutnya, Irjen Pol Widodo dipercaya sebagai Kapolda Jambi, Irjen Pol Nurworo Danang sebagai Kapolda Gorontalo, Brigjen Pol Sonny Irawan sebagai Kapolda Sumatera Utara, Brigjen Pol Rony Samtana sebagai Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Rizal Irawan sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Totok Suharyanto sebagai Kapolda Sulawesi Barat, dan Irjen Pol Langgeng Purnomo sebagai Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu, Polda Maluku Utara tidak termasuk dalam daftar 19 Polda yang mengalami pergantian.
Arif Budiman Tetap Memimpin Maluku Utara
Posisi Arif Budiman yang tetap bertahan menjadi perhatian tersendiri, mengingat dirinya baru sekitar empat bulan menjalankan tugas sebagai Kapolda Maluku Utara ketika terjadi pergantian Kapolri.
Keputusan tersebut berarti Arif Budiman tetap melanjutkan kepemimpinannya di wilayah Maluku Utara di tengah perubahan besar pada sejumlah posisi Kapolda lainnya.
Bagi masyarakat Maluku Utara, keberlanjutan tersebut berarti berbagai agenda kepolisian yang tengah berjalan di daerah tetap berada di bawah kepemimpinan Arif Budiman.
Mutasi ini juga menunjukkan bahwa pergantian Kapolri tidak serta-merta diikuti pergantian seluruh Kapolda yang sebelumnya ditunjuk pada masa kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo.
Di tingkat Mabes Polri, rotasi juga menyentuh sejumlah posisi strategis, termasuk Kabareskrim, Kabaharkam, Kabaintelkam, Irwasum hingga Kadensus 88 Antiteror.
Irjen Pol Asep Safrudin, yang sebelumnya menjabat Kapolda Kepulauan Riau, dipercaya menjadi Kabareskrim Polri. Sementara Irjen Pol Hery Herjawan, sebelumnya Kapolda Riau, ditunjuk sebagai Kabaharkam Polri.
Adapun Brigjen Pol Tubagus Ami Prindani, yang sebelumnya menjabat Wakadensus 88, mendapat kepercayaan sebagai Kadensus 88 Antiteror Polri.
Secara keseluruhan, rotasi tersebut menjadi langkah awal Kapolri Suyudi Ario Seto dalam melakukan penyegaran struktur organisasi Polri setelah resmi memimpin institusi tersebut.
Untuk Maluku Utara, satu hal yang masih tetap sama di tengah perubahan besar tersebut adalah Arif Budiman masih dipercaya memimpin Polda Maluku Utara. meskipun sejumlah pemberitaan terkait dirinya di minta untuk meninggalkan Maluku Utara, namun desakan lewat beberapa pemberitaan itu tidak ada perubahan meski di roling sejumlah kapolda oleh kapolri yang baru, pasalnya kapolda Maluku juga di tarik ke jakarta,arif budiman Kapolda Maluku masih di percayakan oleh kapolri menjadi orang nomor satu di Polda Maluku Utara .
(Tim)



















