Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Redaksi

Listyo Sigit Terima Tugas Baru di Istana, Rekam Jejak Pengabdian dan Kepercayaan Presiden Prabowo

badge-check

Listyo Sigit Terima Tugas Baru di Istana, Rekam Jejak Pengabdian dan Kepercayaan Presiden Prabowo Perbesar

OMDESA.id | NASIONAL > POLITIK

JAKARTA — Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memasuki babak baru dalam perjalanan pengabdiannya setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Listyo Sigit menggantikan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman. Penunjukan tersebut sekaligus menempatkan mantan Kapolri itu kembali di lingkungan strategis pemerintahan pusat setelah lebih dari lima tahun memimpin institusi Polri.

Perjalanan Listyo Sigit bersama pemerintahan Presiden Prabowo sebenarnya telah berlangsung sejak awal pemerintahan Prabowo-Gibran. Saat Prabowo dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, Listyo Sigit masih menjabat sebagai Kapolri dan menjadi salah satu pejabat utama yang menjalankan tugas mendukung pemerintahan baru.

Sejak Awal Pemerintahan Prabowo

Salah satu momen yang memperlihatkan posisi Listyo Sigit dalam kegiatan kenegaraan bersama Presiden Prabowo terjadi pada 25 Oktober 2024 di Akademi Militer Magelang.

Dalam Upacara Parade Senja dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih, Presiden Prabowo melakukan pemeriksaan pasukan menggunakan kendaraan taktis Maung. Pada kendaraan pertama, Prabowo didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Kehadiran Listyo Sigit dalam sejumlah agenda Presiden kemudian berlanjut selama masa pemerintahannya sebagai Kapolri.

Pada berbagai kegiatan kenegaraan dan agenda yang berkaitan dengan keamanan serta program pemerintah, Kapolri menjadi bagian dari jajaran pejabat yang mendampingi Presiden.

Dengan demikian, penugasan Listyo Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 2026 bukan merupakan awal keterlibatannya dalam lingkungan kerja pemerintahan Prabowo. Sebelumnya, ia telah menjalankan fungsi strategis sebagai Kapolri dalam mendukung pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Presiden Prabowo Beri Sinyal Penghargaan

Hubungan kerja tersebut juga tercermin dari perhatian Presiden Prabowo terhadap pengabdian Listyo Sigit sebagai Kapolri.

Pada Februari 2026, Presiden Prabowo menyampaikan rencana memberikan Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit. Saat itu Prabowo menyebut penghargaan tersebut akan diberikan kepada Kapolri sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya.

Rencana tersebut kembali disampaikan Presiden pada Mei 2026. Presiden Prabowo menyatakan akan memberikan Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebagai bentuk penghargaan terhadap kepemimpinan institusional dan capaian operasional keduanya.

Catatan ini penting karena pemberian Bintang Mahaputera kepada Listyo Sigit tidak boleh dicampuradukkan dengan penganugerahan tanda kehormatan pada 25 Agustus 2025. Pada acara tersebut Presiden Prabowo memang menganugerahkan Bintang Mahaputera kepada 88 penerima, tetapi Listyo Sigit tidak tercantum dalam daftar tersebut.

Dari Kapolri ke Kepala Staf Kepresidenan

Setelah menjalankan tugas sebagai Kapolri hingga 2026, Listyo Sigit kemudian mendapat penugasan baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Peralihan ini menunjukkan keberlanjutan peran Listyo Sigit dalam lingkar tugas strategis pemerintahan Presiden Prabowo. Dari sebelumnya bertanggung jawab memimpin institusi Polri, kini ia mendapat mandat untuk menjalankan tugas di lingkungan Istana Kepresidenan.

Posisi Kepala Staf Kepresidenan memiliki peran strategis dalam mendukung Presiden, khususnya dalam koordinasi dan pengawalan pelaksanaan berbagai agenda pemerintahan.

Karena itu, perpindahan Listyo Sigit dari Kapolri ke Kepala Staf Kepresidenan menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya di pemerintahan Presiden Prabowo.

Bukan Kali Pertama Mendampingi Presiden

Pengalaman Listyo Sigit berada dekat dengan lingkungan kerja kepresidenan sebenarnya telah dimulai jauh sebelum pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pada 2014 hingga 2016, Listyo Sigit pernah dipercaya menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan menjalankan tugas langsung dalam lingkungan kepresidenan sebelum kemudian menempati sejumlah jabatan strategis di Polri.

Setelah menjadi Kapolda Banten, Kadiv Propam, dan Kabareskrim, Listyo Sigit dipercaya menjadi Kapolri pada Januari 2021.

Ketika Prabowo menjadi Presiden pada 2024, Listyo Sigit masih dipercaya memimpin Polri dan menjalankan fungsi penting dalam menjaga keamanan nasional serta mendukung berbagai agenda pemerintah.

Kini, setelah berakhirnya masa tugasnya sebagai Kapolri, Presiden Prabowo kembali memberikan mandat kepadanya di lingkungan Istana.

Rekam Jejak Panjang di Kepolisian

Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991.

Kariernya dimulai dari berbagai penugasan di daerah hingga tingkat pusat. Ia pernah menjadi Kapolres Pati, Wakapolrestabes Semarang, Kapolresta Surakarta, serta menduduki sejumlah jabatan di lingkungan Bareskrim Polri.

Pada 2014, ia dipercaya menjadi Ajudan Presiden Joko Widodo. Setelah itu, ia menjabat Kapolda Banten pada 2016 dan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 2018.

Pada 2019, Listyo Sigit dipercaya menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.

Salah satu perkara besar yang ditangani Bareskrim pada masa kepemimpinannya adalah penangkapan buronan kasus Bank Bali, Djoko Tjandra.

Pada Januari 2021, Presiden Joko Widodo mengusulkan Listyo Sigit sebagai calon tunggal Kapolri kepada DPR RI. Setelah melalui proses uji kepatutan dan kelayakan, pencalonannya mendapat persetujuan DPR.

Listyo Sigit kemudian dilantik sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021.

Dari Institusi Polri ke Lingkungan Istana

Kini, setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai Kapolri, Listyo Sigit kembali dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan bahwa sejak awal pemerintahan Prabowo-Gibran, Listyo Sigit tetap berada dalam struktur kerja strategis negara, pertama sebagai Kapolri dan kemudian sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Bagi Listyo Sigit, penugasan baru ini sekaligus membawa pengalaman panjangnya di bidang kepolisian, keamanan, reserse, pengawasan internal, serta pengalaman sebagai mantan ajudan Presiden ke dalam lingkungan kerja Istana.

Dari seorang perwira yang pernah menjadi ajudan Presiden, kemudian memimpin Bareskrim dan Polri, Listyo Sigit kini kembali ke lingkungan kepresidenan dengan mandat baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia.

OMDESA.id | Jakarta

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prabowo Tata Ulang Pemerintahan, Sejumlah Menteri dan Pejabat Resmi Dilantik

1 Okt 2026 - 20:21 WIB

Prabowo Tata Ulang Pemerintahan, Sejumlah Menteri dan Pejabat Resmi Dilantik

Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

1 Okt 2026 - 20:05 WIB

Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Tiga Warga Diduga Hendak Diserang OTK di Kebun, Polisi Imbau Masyarakat Tetap Tenang

1 Okt 2026 - 19:32 WIB

Tiga Warga Diduga Hendak Diserang OTK di Kebun, Polisi Imbau Masyarakat Tetap Tenang

franti Djueni Apresiasi Langkah Polres Halut

27 Sep 2026 - 20:55 WIB

franti Djueni Apresiasi Langkah Polres Halut

“Bupati Piet Hein Babua, Meresmikan Sekolah Rakyat Di Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara”.

27 Sep 2026 - 20:41 WIB

“Bupati Piet Hein Babua, Meresmikan Sekolah Rakyat Di Desa Kukumutuk, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara”.
Trending di Redaksi