Menu

Otomatis
Breaking News

Redaksi

Sherly Tjoanda dan Agus Diono Dorong Investasi Inklusif, Maluku Utara Raih Terbaik 1 ALI 2026

badge-check

Sherly Tjoanda dan Agus Diono Dorong Investasi Inklusif, Maluku Utara Raih Terbaik 1 ALI 2026 Perbesar

OMDESA.id_MALUKU UTARA — Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda meraih penghargaan Terbaik 1 Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026 kategori Pemerintah Provinsi.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Staf Khusus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Agus Diono, yang menilai penghargaan tersebut dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pelayanan investasi sekaligus mendorong penanaman modal yang semakin inklusif di Maluku Utara.

Agus menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur Sherly Tjoanda dan jajaran Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas capaian tersebut.

Menurutnya, kualitas pelayanan investasi merupakan fondasi penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, memberikan kepastian bagi investor, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Selamat kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas capaian sebagai Terbaik 1 ALI 2026 kategori Pemerintah Provinsi. Kualitas pelayanan investasi merupakan fondasi penting untuk membangun iklim usaha yang semakin baik,” ujar Agus Diono.

Ia berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi energi untuk terus mendorong investasi produktif, penciptaan lapangan kerja, penguatan kemitraan usaha, serta perluasan partisipasi ekonomi masyarakat.

Sherly Tjoanda dan Tantangan Investasi Maluku Utara

Penghargaan ALI 2026 menjadi semakin strategis bagi Maluku Utara karena daerah ini merupakan salah satu wilayah penting dalam pertumbuhan investasi dan hilirisasi nasional di luar Pulau Jawa.

Pada Semester I 2026, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun. Dari jumlah tersebut, investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau 50,2 persen dari total nasional.

Pada periode yang sama, Maluku Utara mencatat realisasi investasi sebesar Rp40,2 triliun dan masuk dalam lima besar provinsi dengan realisasi investasi terbesar.

Penghargaan Terbaik 1 ALI 2026 tersebut diterima Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda sebagai representasi Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

ALI 2026 merupakan puncak rangkaian Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Tahun 2026.

Penilaian dilakukan terhadap 571 objek yang terdiri atas 546 pemerintah daerah serta 25 kementerian/lembaga.

Hasil penilaian menunjukkan 76 persen objek berada dalam kategori Baik dan Sangat Baik. Capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan kualitas pelayanan investasi di berbagai daerah dan kementerian/lembaga.

Agus Diono: Investasi Harus Membuka Kesempatan

Agus Diono menilai pertumbuhan investasi harus dilihat lebih luas, bukan hanya dari besarnya modal yang masuk ke suatu daerah.

Menurutnya, investasi menciptakan aktivitas ekonomi, kebutuhan tenaga kerja, rantai pasok, serta peluang usaha yang dapat berkembang di sekitar kegiatan investasi.

Karena itu, momentum ALI 2026 diharapkan dapat dimanfaatkan Maluku Utara untuk memperkuat hubungan antara pelayanan investasi, pertumbuhan investasi, hilirisasi dan penciptaan kesempatan ekonomi.

“Investasi tidak hanya berbicara mengenai angka realisasi. Investasi juga harus mampu membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas,” katanya.

Dalam perspektif tersebut, penyandang disabilitas juga perlu mendapatkan ruang untuk terlibat dalam ekosistem investasi.

Penyandang disabilitas dapat berperan sebagai tenaga kerja, pelaku usaha, pemasok barang dan jasa, maupun mitra dalam rantai nilai perusahaan.

Menuju Penanaman Modal Inklusif

Agus memperkenalkan perspektif Penanaman Modal Inklusif, yakni pendekatan yang menempatkan investasi sebagai sarana untuk membuka kesempatan ekonomi bagi lebih banyak kelompok masyarakat.

Menurutnya, penyandang disabilitas tidak semata-mata harus ditempatkan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi.

Peluang tersebut dapat dibangun melalui penciptaan lapangan kerja inklusif, kemitraan perusahaan besar dengan UMKM disabilitas, pengadaan barang dan jasa, pengembangan pemasok lokal, hingga akses terhadap informasi dan peluang usaha.

“Kita ingin penyandang disabilitas dapat mengambil bagian sebagai tenaga kerja, pelaku usaha, pemasok barang dan jasa, maupun mitra dalam rantai nilai perusahaan,” jelas Agus.

Karena itu, kualitas pelayanan investasi juga perlu terus dikembangkan agar semakin mudah diakses oleh seluruh pelaku ekonomi, termasuk penyandang disabilitas.

Momentum Sherly Tjoanda Perkuat Ekosistem Investasi

Bagi Maluku Utara, capaian Terbaik 1 ALI 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem investasi yang tidak hanya memberikan kepastian kepada investor, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pelayanan yang berkualitas memberikan kepastian bagi investor.

Investasi yang tumbuh menciptakan aktivitas ekonomi.

Hilirisasi memperkuat rantai nilai.

Sementara penanaman modal inklusif membuka ruang agar semakin banyak masyarakat dapat mengambil bagian dalam rantai ekonomi tersebut.

Dalam konteks ini, kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan investasi Maluku Utara sekaligus memastikan pertumbuhan investasi berjalan seiring dengan perluasan kesempatan ekonomi.

Agus Diono kembali menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas capaian tersebut.

Ia berharap penghargaan ALI 2026 menjadi dorongan bagi Maluku Utara untuk terus melakukan inovasi pelayanan investasi sekaligus memperluas ruang partisipasi ekonomi masyarakat.

“Sekali lagi, selamat kepada Maluku Utara. Semoga capaian ini menjadi energi untuk terus menghadirkan pelayanan investasi yang semakin berkualitas dan ekosistem usaha yang semakin inklusif, sehingga pertumbuhan investasi dapat dirasakan manfaatnya oleh semakin banyak masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.”

Pada akhirnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari seberapa luas kesempatan ekonomi yang tercipta bagi masyarakat.

Pelayanan Berkualitas. Investasi Inklusif. Ekonomi Tumbuh Bersama.(*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dari Yunnan, Kades Toniku Bawa Pulang Pelajaran: Kemajuan Bangsa Bisa Dimulai dari Desa

15 Sep 2026 - 19:40 WIB

Dari Yunnan, Kades Toniku Bawa Pulang Pelajaran: Kemajuan Bangsa Bisa Dimulai dari Desa

Cegah Sejak Dini, Polres Halsel Berikan Edukasi _Bullying_ dan Bahaya Narkoba kepada Pelajar

15 Sep 2026 - 13:33 WIB

Cegah Sejak Dini, Polres Halsel Berikan Edukasi _Bullying_ dan Bahaya Narkoba kepada Pelajar

Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Halsel Anjangsana ke Purnawirawan Polri

15 Sep 2026 - 13:28 WIB

Sambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Halsel Anjangsana ke Purnawirawan Polri

DARI KOMPETENSI MENUJU KONTRIBUSI UNTUK NEGERI

14 Sep 2026 - 11:29 WIB

DARI KOMPETENSI MENUJU KONTRIBUSI UNTUK NEGERI

Prabowo Tiba di India, Indonesia Siap Perkuat Peran di KTT BRICS ke-18

12 Sep 2026 - 13:23 WIB

Prabowo Tiba di India, Indonesia Siap Perkuat Peran di KTT BRICS ke-18
Trending di Redaksi