TERNATE —OMDESA.id_Kabar baik datang untuk Ahmad Zakaria, penyandang disabilitas asal Dufa-Dufa, Kota Ternate, Maluku Utara. Setelah kisah dan curhatannya mendapat perhatian publik melalui pemberitaan media, suara Ahmad Zakaria akhirnya sampai ke Jakarta.
Ahmad Zakaria mendapat kesempatan melakukan video call (VC) bersama juru bicara Staf Khusus Menteri yang membidangi peningkatan peran dan peluang usaha bagi penyandang disabilitas di Jakarta.

Dalam komunikasi tersebut, Ahmad Zakaria menyampaikan secara langsung kondisi kehidupannya, keterbatasan yang dialami, serta harapannya agar mendapatkan perhatian dan kesempatan untuk bisa kembali produktif.

Di balik keterbatasan fisiknya, Ahmad Zakaria ternyata memiliki sejumlah kemampuan. Kondisi kaki dan tangannya tidak seperti kebanyakan orang, namun hal tersebut tidak menghalanginya untuk tetap beraktivitas.
Ahmad Zakaria dikenal mampu memainkan gitar, berenang dan memancing. Ia juga memiliki kemampuan menciptakan sejumlah lagu daerah Maluku Utara.
Kemampuan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik bukan berarti seseorang tidak memiliki kemampuan untuk berkarya.
Namun, kondisi kesehatan yang dialaminya saat ini membuat aktivitas Ahmad Zakaria semakin terbatas. Penyakit maag yang dideritanya membuat dirinya tidak lagi bisa melaut seperti sebelumnya.
Padahal, aktivitas melaut menjadi salah satu cara yang selama ini dijalani untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Karena itu, melalui komunikasi dengan pihak Jakarta, Ahmad Zakaria berharap ada perhatian dan solusi nyata yang dapat membantu dirinya kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
Ia tidak hanya berharap mendapatkan bantuan, tetapi juga peluang usaha dan pemberdayaan sesuai kemampuan yang dimilikinya, termasuk potensi di bidang seni dan musik.
Wartawan Maluku Utara Siap Kawal
Perjuangan Ahmad Zakaria juga mendapat dukungan dari teman-teman wartawan Maluku Utara.
Media online Kowar, OMDESA.id dan SenatorTV.id menyatakan akan terus mengawal persoalan masyarakat kurang mampu, khususnya penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan dan potensi, tetapi belum mendapatkan perhatian serta dukungan yang memadai dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
Bagi insan pers, penyandang disabilitas tidak semestinya hanya dipandang sebagai penerima bantuan.
Mereka juga memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan, akses pemberdayaan, pelatihan, peluang usaha dan ruang untuk menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
Kisah Ahmad Zakaria menjadi salah satu contoh bahwa di tengah keterbatasan fisik, terdapat potensi besar yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan dukungan yang tepat.
Kini, setelah curhatan Ahmad Zakaria sampai ke Jakarta dan mendapat respons melalui komunikasi VC, masyarakat menunggu tindak lanjut konkret dari pihak terkait.
Harapannya, perhatian tersebut tidak berhenti pada komunikasi melalui VC, tetapi benar-benar berlanjut dalam bentuk pendampingan, pemberdayaan, akses usaha atau program yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Ahmad Zakaria.
Ahmad Zakaria tidak ingin hanya dikasihani. Ia ingin diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya.
Dari Dufa-Dufa, Ternate, suara seorang penyandang disabilitas akhirnya sampai ke Jakarta. Kini, publik menunggu apakah perhatian tersebut akan berubah menjadi langkah nyata.
Redaksi




















