Maluku Utara, OMDESA.id — Produk kreatif berbasis kearifan lokal Ternate, Maluku Utara, mendapat kesempatan untuk tampil di panggung nasional melalui Mayana Ecoprint. Karya yang digagas Nurjannah, SE ini tidak hanya membawa identitas lokal, tetapi juga menyuarakan semangat pemberdayaan penyandang disabilitas.
Mayana Ecoprint menjadi salah satu ruang bagi Nurjannah untuk menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan untuk berkarya, berwirausaha, serta berkontribusi dalam penguatan ekonomi daerah.

Nurjannah merupakan Ketua Wilayah Maluku Utara Aliansi Disabilitas Nusantara (ADN), Founder Mayana Ecoprint, sekaligus CEO Serba Usaha Ternate Local Produk. Ia juga dipercaya sebagai tenaga ahli wali kota untuk bidang disabilitas dan berkebutuhan khusus.
Selain itu, Nurjannah aktif sebagai Program Officer (PO) Nexus Gamalama (IKDM), Pengurus Wilayah Maluku Utara KICI (Komunitas Ibu Cerdas Indonesia), serta Bendahara IKDM (Ikatan Keluarga Disabilitas Makugawene).
Kehadiran Mayana Ecoprint di Jakarta menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi produk lokal Ternate sekaligus memperlihatkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.
Semangat tersebut mendapat apresiasi dari Staf Khusus Menteri yang membidangi isu disabilitas. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Nurjannah atas konsistensinya dalam mendorong pemberdayaan penyandang disabilitas melalui kegiatan ekonomi kreatif.
Pemerintah juga menyatakan akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, termasuk melalui kewirausahaan dan pengembangan produk kreatif.
Bagi Nurjannah, membawa Mayana Ecoprint ke Jakarta bukan sekadar memperkenalkan sebuah produk. Di dalamnya terdapat identitas Ternate, kekayaan alam Maluku Utara, kreativitas, sekaligus perjuangan untuk menghadirkan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
Dengan mengangkat unsur alam dan kearifan lokal melalui teknik ecoprint, Mayana Ecoprint berupaya menghadirkan produk yang memiliki karakter khas Ternate sekaligus memiliki peluang untuk diterima di pasar yang lebih luas.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha disabilitas dan UMKM lokal Maluku Utara agar tidak hanya berkembang di daerah, tetapi mampu menembus pasar nasional.
Dari Ternate ke Jakarta, Mayana Ecoprint membawa lebih dari sekadar produk. Ia membawa cerita tentang kreativitas, kemandirian, potensi disabilitas, dan kebanggaan terhadap produk lokal Maluku Utara.(*)



















