CIREBON, OMDESA.id – Kota Cirebon bersiap menyambut kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang dijadwalkan berkunjung pada 12 September 2026. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi akan menghadiri acara syukuran khitan putra bungsu pengasuh Padepokan Anti Galau Cirebon, Ustaz Ujang Bustomi, sekaligus mengikuti sejumlah agenda kemasyarakatan.
Kehadiran Jokowi menjadi perhatian publik karena acara syukuran tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 50.000 masyarakat dari berbagai daerah. Panitia pun tengah mempersiapkan penyelenggaraan kegiatan agar berlangsung aman, tertib, dan meriah.


Menurut Ustaz Ujang Bustomi, undangan kepada Jokowi berawal dari keinginan putra bungsunya yang sangat mengidolakan mantan Presiden RI tersebut. Bahkan, sang anak sempat menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin menjalani khitan apabila Jokowi tidak hadir dalam acara syukurannya.
“Anak saya sangat mengidolakan Pak Jokowi. Sampai sempat bilang tidak mau disunat kalau Pak Jokowi tidak datang. Karena itu, saya memberanikan diri datang langsung mengundang beliau,” ujar Ujang Bustomi.
Untuk memenuhi keinginan sang putra, Ujang Bustomi kemudian bersilaturahmi ke kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada 13 Juli 2026, sekaligus menyerahkan undangan secara langsung.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi menyambut baik kedatangan Ujang Bustomi dan menyampaikan komitmennya untuk berusaha memenuhi undangan tersebut.
“Insya Allah saya usahakan hadir,” kata Jokowi.

Selain menghadiri syukuran khitan, kunjungan Jokowi ke Cirebon juga diproyeksikan diisi dengan agenda silaturahmi bersama masyarakat. Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin, menyebut pihaknya sedang mempersiapkan rangkaian safari atau tur keliling Jawa Barat bersama Jokowi.
Salah satu agenda yang telah dipersiapkan adalah Kirab Budaya Kota Cirebon, yang diharapkan menjadi wadah interaksi antara Jokowi dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga Cirebon maupun masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Barat akan memiliki kesempatan untuk menyapa dan bertemu langsung dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia.
Kirab budaya tersebut juga diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, serta mengangkat kekayaan budaya lokal Cirebon di hadapan masyarakat luas.
Apabila seluruh agenda berjalan sesuai rencana, kunjungan Jokowi pada 12 September 2026 diperkirakan menjadi salah satu kegiatan publik terbesar di Cirebon tahun ini. Perpaduan antara agenda kekeluargaan, budaya, dan silaturahmi diyakini akan menghadirkan suasana hangat sekaligus menjadi momen yang dinantikan ribuan masyarakat.(Tim/Red)


















